Sabtu, 18 Agustus 2012

Aneka Record Rilis “Song Brerong”. Edukasi Lewat Musik Bali

0 komentar
INDUSTRI rekaman musik  berbahasa Bali, tahun 2012 saat ini boleh dibilang masih kurang menjanjikan. Para produser pun cenderung pesimis. Ditambah dengan masih maraknya pembajakan album lagu berbahasa Bali, terutama dalam bentuk VCD. Tetapi, hal ini tak membuat Oka Swetanaya, pemilik Aneka Record untuk merilis album –album baru (termasuk VCD).

Buktinya, belakangan telah beredar VCD penyanyi Anak Agung Raka Sidan bertajuk “Song Brerong” serta “Puber Kedua” milik Yong Sagita.
Oka mengakui jika semangatnya dalam merilis album baru tidak sekadar untuk mencari keuntungan. Tapi ada hal lain berupa tanggung jawab untuk ikut memberi edukasi bagi masyarakat, serta mendorong turut menciptakan iklim berkesenian yang baik bagi seniman khususnya musisi dan penyanyi Bali. 
 Dijelaskan produser senior di Bali ini, karya-karya pencipta lagu Bali sarat dengan pesan moral terkait dengan kondisi sosial masyarakat. Oka pun berharap pesan ini bisa tersalur melalui karya lagu berbahasa Bali yang juga menambah kecintaan generasi muda Bali akan lagu Bali. 

Kandungan pesan dalam lagu Bali, lanjutnya juga sangat variatif, baik berupa kritikan positif, ajakan, serta penggambaran fenomena yang setidaknya akan menggugah kesadaran kita untuk bersikap positif.
Sebut saja  album “Song Brerong”  Raka Sidan dalam lagu “Nyama Peturu Bali” yang mengkritisi “perang saudara” krama Bali dalam desa pekraman.  Selain itu dalam judul “Buduh Online”, yang menyindir tentang perilaku masyarakat terhadap kecanduan facebook dan blackberry. Masih ada lagu “Song Brerong”, tentang perilaku selingkuh yang semakin lumrah dalam kehidupan masyarakat.
Lebih jauh, AA Raka Sidan, mengakui sebagai penyanyi Bali dirinya tidak terlalu pasang target dalam meliris album. Yang terpenting adalah tetap dapat berkarya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pelestarian seni budaya bangsa, terutama musik berbahasa Bali. Selain itu, sebagai upaya penyadaran bagi khalayak publik, demi kehidupan yang lebih baik, menyejahterakan, bermartabat dan berbudaya
Sumber : denpostnews.com

Posting Komentar